Ada banyak ungkapan ketika seorang emmy mengumpulkan bayangan di cerminnya dan memajangnya dalam sebuah blog.
Ada banyak tanggapan ketika seorang emmy melangkah membuat sebuah ruang untuk segala geraknya.
Ada pula sebuah tanya tentang seorang emmy.
Berusaha mengenal lebih dekat jiwa yang terapung ini.
Banyak blogger berusaha mengungkapkan dirinya dalam sebuah ekspresi yang meriah. Menyatakan diri dengan segala emosi yang ada pada dirinya. Menceritakan semua perjalanan yang dilaluinya. Berusaha meminta jiwa-jiwa memahami dirinya. Haruskah …?
Ada pula yang membiarkan sisi lain dirinya terungkap. Bertanya pada jiwa-jiwa tentang dirinya. Tentang kegalauannya. Kekhawatirannya. Kegagapannya. Berusaha mencari terang ditengah kegelapan yang dimilikinya. Mengusir gelap nya dengan terang orang lain. Aneh …!
Ada pula yang tidak ingin jiwanya tercerai. Memendam pertanyaan tentang keyakinannya. Membela Pencipta nya. Bagai seorang bapa kepada anaknya. Jika pengetahuan tidak menjawab.. iman lah yang jadi tumpuan, ucapmu. Kau mampu mengkerdilkan Yang Kuasa, kataku, lebih baik aku menyembahmu, lanjutku.
Sisi lain seorang emmy adalah seorang Jenar bagi yang lain.
Sisi lain seorang emmy adalah wujud dari kita, di depan cermin.
Dia masa lalu kita, dia diri kita sekarang, dia kita esok hari.
Mengapa harus emmy … ???
Cermin itu ada disini …
& Komentar
3 Maret, 2008 pukul 12:15 pm
lho kalau begitu ’siapa aku?’
entitas yang tercerabut dari akarnya & terus sibuk mencari memaknai diri?
16 April, 2008 pukul 9:09 am
aku adalah kondisi mental yang tidak tetap senantiasa berubah
tiada pernah ada ‘aku’
hanya ada kondisi mental & kesadaran yang menaunginya