Seseorang yang sudah dianggap mati diusung oleh teman-temannya ke kuburan. Ketika peti sudah hampir dimasukkan ke liang lahat, orang yang sudah dianggap mati tadi tiba-tiba hidup kembali dan mulai memukul-mukul tutup peti.
Peti dibuka. Orang tersebut bangkit dan berkata “Apa yang kalian lakukan? Aku belum mati”.”Aku masih hidup !” teriaknya.
Orang-orang tertegun mendapati kenyataan itu. Sebagian heran, sebagian takjub. Ahirnya salah seorang dari pengantar jenasah itu berkata “Diam kamu orang mati. Para tabib dan imam telah menyatakan bahwa engkau sudah mati. Tidak mungkin orang pandai dan ulama seperti mereka bisa salah. Kamu hanya orang biasa. Tutup mulutmu dan bertingkahlah seperti orang mati.”
Maka peti ditutup kembali dan dia dimakamkan sebagaimana mestinya.
Cermin ini sedang memandang kita sekarang dan kita tidak menyadarinya.

Cermin itu ahmadiyah.
& Komentar
28 April, 2008 pukul 11:09 am
Analogi yang bagus
Btw, jika memang dia mengaku masih hidup, harusnya konsisten mau hidup sebagai manusia yang bagaimana. Jadi manusia betulan atau yang mendompleng pada manusia lain?
Jika mau berdiri sebagai agama, dipersilakan saja, sebagai agama mandiri, bukan dengan download dan modifikasi agama yang sudah ada.
Eh ini pendapat pribadi sih, gak sanggup untuk memahami pendapat para ulama ^^
15 Mei, 2008 pukul 8:41 am
dalam agama tuhan telah mati
dia hanyalah tuhan sejarah
bukan tuhan yang hidup & slalu menyapa kita dalam tiap momen hidup kita
tuhan telah diringkus dalam sarkofagus
& kita slalu menentengnya untuk semua dalih kepentingan kita
3 Juni, 2008 pukul 8:31 am
*ngakak guling guling*
6 Juni, 2008 pukul 12:50 am
Kalau mumi ada mbak, di mesir banyak
11 Juni, 2008 pukul 2:09 am
hmmmm mustinya kita menyembah Ulama