11 Juni, 2008...1:41 am

Keep It Simple, Stupid.. KISS

Jump to Comments

Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut. Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasalama menunggu.Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

BBM naik, harga naik, tambah miskin, kebodohan, pemilu 2009, ….

Pasang cermin FPI, cermin ahmadiyah, cermin unas, cermin BLT, dan sapa peduli lift nya lambat.

8 Komentar

  • why?

    # jujur dalam kasus ini aku lebih percaya kalo cermin menempatkan diri sendiri, dengan maksud supaya orang beranggapan pemilik lift yang menempatkannya disitu.

  • hahahaha…. boleh juga tuh teorinya, salut ma pakar ketiga. sesuai prisip ekonomi… emang kita gak punya duit kok… dah gitu diambilin tikus lagi…

    # namanya juga teori mas. :)

  • hegh… pakar yang ketiga memang menganut paham KISS

  • Ngikut pakar ke 3. :D

  • This world is stupid world

  • yumi !

  • Numpang BERCERMIN di sini ahhg…Kelamaan memandangi obyek di cermin jangan kelamaan, ntar bisa-bisa lupa DIRI. Karena yang kita lihat adalah bayangan maya yang tertangkap oleh pandangan mata lahir yang terkadang hanya membuat kita ALPA dan LALAI.

    Muuuaantaf kale, bahasannya mbak.

    # paling enak ngudud, nglesot, sembari ngaca. liat badan install kanker, sedap.

  • dengan bercermin kulihat manusia sudah tidak ada lagi.
    dicaplok macan & ular kepalanya, macan pelambang kekuasaan & kapitalisme, ular pelambang agama & hal2 sesat yang dianggap spiritualisme.
    sudah tidak ada manusia lagi
    cuma lempung kepanjingan nyawa
    atau malah lempung kepanjingan iblis?
    sialan kepalakupun kayak udang
    kemana-mana ‘nyunggi ‘ kotoran

Tinggalkan Balasan