Cermin

Begini lho caranya, kalau Anda mau menjatuhkan Teori Evolusi…http://sora9n.wordpress.com/2007/08/30/begini-lho-caranya-kalau-anda-mau-menjatuhkan-teori-evolusi/

Sebenarnya, ide untuk post ini dipicu oleh munculnya beberapa komentar di post saya tentang Teori Evolusi, dan juga di post-nya Geddoe soal Harun Yahya. Isi komentarnya sendiri sebetulnya berbeda-beda — meskipun begitu, benang merahnya sendiri sebenarnya bisa dijelaskan sebagai berikut.


“Teori Evolusi itu sudah terbukti mempunyai banyak lubang, yaitu [blablabla]. Harusnya teori ini sudah dijatuhkan!”

Yah, kira-kira seperti itulah pernyataannya. Entahlah jika beberapa komentar itu memang berasal dari banyak orang, atau malah cuma dari satu orang saja (saya sih tahu kenyataannya ). Meskipun begitu, terlepas dari masalah tersebut, saya pribadi merasa bahwa topik semacam itu cukup bagus untuk diangkat. terutama sehubungan dengan kasus Harun Yahya dan klaim norak bahwa Teori Evolusi telah runtuh; tapi itu cerita lain lagi untuk saat ini P

Jadi begini. Banyak orang merasa bahwa Teori Evolusi itu sudah terlalu banyak berlubang, terutama setelah membaca buku-buku Harun Yahya. Ada yang membicarakan soal fosil, soal entropi (yang saya nggak tahu nyambungnya di mana), dan seterusnya, dan seterusnya. Pokoknya™ evolusi terbukti gagal menjelaskan alam! Tidak ilmiah! Makanya, teori ini harus dijatuhkan!

…Tapi, kok aneh ya? Begitupun keadaannya, bagaimana mungkin komunitas akademik masih terus mengakui teori itu? (

Nah, Anda pun bingung. Mungkin Anda bertanya: Bagaimana caranya kita bisa menjatuhkan Teori Evolusi, supaya ia tak lagi diakui sebagai teori ilmiah? Bagaimana caranya? Bisakah?

Well, jika Anda tertarik… maka saya bisa memberitahukan caranya. Harusnya Anda sudah tahu sih, tapi tak apalah. Biar saya tuliskan di sini sekali lagi biar jelas. )


Mari kita mulai…

 

OK, sebagai awalan, saya mau cerita dulu. Cerita ini sendiri bermula di abad ke-17, ketika Pak Isaac Newton masih hidup dan aktif sebagai fisikawan — dan baru saja “ketiban apel” yang membuatnya jadi jenius paling dikenang di dunia.

Yak, saat itulah beliau terilhami untuk merumuskan Hukum Gravitasi Newton, yang rumusnya tertera di bawah ini.

F=G .\frac{M_{1}.M_{2}}{R^{2}}

    Di manaF = gaya gravitasi/tarik-menarik yang terjadi,
    G = konstanta gravitasi universal (6,67 x 10-11 N.m2/kg2)
    M1, M2 = massa benda yang terlibat. Misalnya bumi dan bulan, matahari dan bumi, dsb.R = jarak antara kedua benda yang terlibat

Singkat kata, rumus Pak Newton ini kemudian diuji lewat berbagai eksperimen. Ternyata, semua pengujian menunjukkan hasil yang sesuai dengan rumus tersebut. Alhasil, teori ini pun kemudian dinyatakan sebagai “Hukum Gravitasi Universal Newton”.

Rumus ini sukses besar. Ia bisa dipakai untuk menghitung jarak antara Bumi ke bulan, bumi ke matahari, dan sebagainya. Sebagai tambahan, rumus ini juga dipakai dalam berbagai perhitungan astronomi — bahkan, rumus ini berhasil membuat para astronom menyadari kehadiran planet Neptunus yang waktu itu belum ditemukan.

Selama 200 tahun, teori gravitasi ini diakui para ilmuwan.

Tapiii…. ada sebuah tapi, saudara-saudara. P

Tapi.

Tapi.

Di akhir abad ke-19, mulai timbul masalah. Orbit planet Merkurius ternyata nggak cocok dengan Teori Newton!! o
 

Seperti yang bisa Anda lihat, orbit planet Merkurius pada gambar di atas mengalami pergeseran. Bergeser, padahal teori Newton menjelaskan bahwa harusnya orbitnya tetap (lihat bentuk orbit yang diberi garis merah).

Tentunya para astronom bingung. Kenapa Teori Newton, yang sangat andal dalam menjelaskan gravitasi di planet luar, jadi memble untuk menjelaskan Merkurius? Inilah “lubang” dari Teori Gravitasi Newton. Tapi apa yang salah?

Masalah ini akhirnya terjawab setelah sekitar 80 tahun berlalu. Teori Relativitas Umum (TRU) Einstein akhirnya menerangkan peristiwa tersebut sebagai “efek terbentuknya ruang-waktu lengkung di dekat massa matahari” — sekaligus menunjukkan bahwa Teori Newton tidak bisa digunakan untuk menjelaskan kasus tersebut.

Akhirnya? Teori Einstein itulah yang kemudian didaulat sebagai teori gravitasi universal, menggantikan Teori Gravitasi Newton yang sudah bertahan selama dua abad[1]. )
 


Pertanyaan: Mengapa TRU bisa menjadi hukum gravitasi baru yang diakui?

 

Ada dua alasan utama mengapa TRU diterima sebagai hukum gravitasi baru, yaitu:

Pertama, TRU mampu menyamai semua capaian ilmiah yang sudah dicapai oleh Hukum Gravitasi Newton. Orbit bumi, bulan, dan planet yang sudah dijelaskan dengan baik oleh Teori Newton juga terbukti mematuhi kaidah TRU.

Kedua, TRU bisa menambal “lubang” yang dimiliki Teori Newton. Ketika Teori Newton gagal menjelaskan (di antaranya) orbit Merkurius, TRU bisa membuktikan validitas persamaannya.

[FYI:] Lebih banyak lagi tentang pencapaian ilmiah TRU bisa dibaca di[sini].


Kembali ke Teori Evolusi

Jadi, apa yang bisa dipelajari?

Berdasarkan pengalaman TRU yang menggusur Teori Newton, maka kita bisa menarik kesimpulan sebagai berikut:

Teori baru harus bisa menyamai semua capaian ilmiah teori sebelumnya, dan menambal lubang-lubang yang tadinya ada di teori lama.

Kalau teori baru tidak mampu menjadi lebih baik (atau minimal menyamai) teori lama, maka teori itu tak layak diakui sebagai “landasan sains”. Ibaratnya, buat apa pakai yang baru kalau yang lama lebih bagus?
 

Nah, sekarang kita bahas tentang Teori Evolusi.


Apa saja sih yang sudah dicapai oleh Teori Evolusi?

Ahem, mungkin homologi, spesiasi, evolusi kuda, serta resistansi penisilin bisa jadi contoh. BTW, [link ini] bagus juga buat dibaca, dan [ini] juga. ;)


Lalu, ‘lubang’ apa saja yang dimiliki oleh Teori Evolusi?

Banyak. Silakan baca di post yang baru lalu, atau google dengan kata kunci “obstacles on evolution theory”. ^^

***


OK, data sudah lumayan lengkap. Sekarang, bagaimana caranya menumbangkan Teori Evolusi?

 

Ikutilah teladan sebagaimana TRU mengabrogasi Teori Gravitasi Newton. Buatlah sebuah teori yang bisa menjelaskan semua gejala alam yang telah diterangkan oleh Teori Evolusi, sambil menutup semua ‘lubang’ yang gagal dijelaskan teori tersebut.

Ini berarti Teori Anda harus sejalan dengan bukti-bukti yang tampak di alam. Teori Anda harus bisa mengakomodasi (minimal) semua pencapaian Teori Evolusi yang sudah disebutkan di atas tadi.

Ditambah lagi, teori Anda juga harus mampu menjelaskan hal-hal yang gagal dipenuhi Teori Evolusi. Teori Anda harus bisa menjelaskan variasi organ yang kompleks dan radikal pada makhluk hidup; menjelaskan sifat dan insting alami hewan; bisa conform dengan bukti-bukti arkeologi yang ditemukan; dan lain sebagainya yang bisa membuat teori Anda lebih unggul daripada Teori Evolusi dalam menggambarkan alam. Tentunya masih ada kesulitan-kesulitan lain, yang gagal dijelaskan oleh Teori Evolusi, yang bisa Anda temukan lewat google. D

Kalau Anda berhasil, maka Anda siap mengucap selamat tinggal pada Teori Evolusi. Kirimkan paper Anda ke jurnal ilmiah internasional — dan Anda tinggal menunggu seminar akademis untuk mengadu teori Anda di depan ahlinya. )

***


Akhir kata…

Satu-satunya cara Anda untuk menjatuhkan Teori Evolusi, jika Anda mau, adalah dengan membuat teori baru. Jelaskan alam ini dengan cara lebih baik. Itu satu-satunya jalan. Jika Anda cuma bisa mengatakan bahwa “teori evolusi gagal menjelaskan A”, “teori evolusi gagal menjelaskan B”, dan sebagainya, maka itu tak ada artinya. Ketika satu teori sudah bisa mengakomodasi bukti-bukti sains yang ditemukan, maka teori itu akan tetap diterima sampai ditemukannya sebuah teori yang lebih baik lagi dari sebelumnya. )

Sebuah teori baru diakui karena ia bisa menjadi lebih baik daripada teori sebelumnya. Jika Anda tak bisa membuat teori baru yang lebih baik, maka teori yang sudah terujilah yang akan dipakai. Dan itu berarti… Anda masih harus menerima Teori Evolusi sebagai “teori ilmiah”.

Jadi, bisakah Anda menggusur Teori Evolusi? ;)
 

***


P.S.

Sekarang saya merasa bahwa ada diantara pembaca yang berpikir begini.

“Kalau begitu, apa salahnya kalau saya membuat teori, bahwa Tuhan menciptakan semua makhluk dari awal? Tak ada evolusi, tak ada proses. Semuanya langsung jadi dengan kehendak Tuhan.”

Tentu saja, secara umum, evolusi bisa dianggap sebagai ‘jalan’ untuk meniadakan peran Tuhan. Ini umum terjadi. Meskipun demikian, perlu saya sampaikan bahwa evolusi tidak serta-merta menegasikan adanya penciptaan oleh Tuhan. Sebagai contoh, Anda bisa melihat adanya pandangan kompromi semacam theistic evolution, di mana penciptaan dan evolusi bisa berjalan bersama hingga derajat tertentu.

Meskipun begitu, mungkin ada baiknya jika saya ceritakan sebuah kisah tentang pelangi sebagai berikut:


Orang zaman dulu melihat pelangi dan berkata “Tuhan menciptakannya! Hidup Tuhan, Amin!” Sedangkan orang-orang yang berpikir membayangkan bagaimana pelangi itu terbentuk; apa proses yang dilaluinya, dan sebagainya.
Akhirnya si pemikir memahami bahwa pelangi itu adalah efek dari pembiasan berkas cahaya oleh air. Sedangkan orang-orang lain tetap berkata “Tuhan yang menciptakan pelangi! Hidup Tuhan, Amin!” tanpa tahu prosesnya.

Untuk direnungkan: jika Tuhan menciptakan pelangi, “jalan” mana yang lebih indah — dengan memanfaatkan hukum fisika optik, atau sekadar cetak-bikin-jadi seperti yang dibayangkan orang-orang itu?

Tentunya jawaban untuk ini dikembalikan pada pemikiran masing-masing. ;)
 

Footnotes:

[1] Sebetulnya bukannya “TRU menggantikan Hukum Gravitasi Newton”. Lebih tepatnya, “TRU lebih sempurna daripada Hukum Gravitasi Newton”.

Di masa sekarang, Hukum Gravitasi Newton dianggap sebagai bentuk khusus dari TRU. Hukum Gravitasi Newton sendiri masih bisa dipakai jika massa yang terlibat tidak begitu besar, e.g. planet dengan planet — tapi tak bisa diterapkan pada perhitungan gravitasi bintang dan lubang hitam.
Kredit Gambar:

Gambar orbit merkurius diambil dari [sini].

Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8

& Komentar

  • ini sebenrnya blog siapa to? saya koko bingun :(

    # awasi terus mas.. biar gak bingung …

  • Salam kenal aja deh.

    Jadi blog ini di buat untuk mengumpulkan tulisa-tulisan ya?

    # tentu bukan melulu ngumpulin tulisan mas … cuma pas mood nya ngumpulin dulu … tanggapan belakangan ..
    dan liat terus mas.. maklum masih baru di wordpress .. jadi yang emmy maksud belum bisa dijabarkan disini …
    mohon dimaklumi dan pembelajarannya …

  • satu kata… UNIK
    :mrgreen:

    # makasih mas … tapi apa nya ya yang unik …

  • Btw…mana page about-nya nih??? kok gak ada??? biasanya tiap blog ada about-nya supaya kita tahu tg seluk beluk blog-nya…he he he peace!

    # bukannya udah ya mas .. kan seorang emmy cuma berbagi pikiran yang berbeda dan sebagai cermin saat ketemu pendapat yang sama ato mirip
    ya nanti akan lebih luas lah … lagi benerin blog yang laen dulu :)

  • yap manusia adalah makhluk subyektif :D
    Kamu adalah subjek, aku adalah subjek
    ‘pendapatku tentangmu’adalah pembacaan ulang diriku akan dirimu

    # :D ini maksud saya mas

  • seperti juga dalam DOA, manusia butuh momen estetis yang intens, yah mungkin untuk menemukan kembali kesadaran akan keberadaan diri :D dan berhubungan kembali dengan ’sesuatu’ yang tak tepermanai.
    karenanya Jumat’an diadakan, hari Minggu diliburkan & :D juga Valentine

  • dana sama joyo sudah kesini…
    bah, saya keduluan. urusan akhirat cepet banget 2 orang itu :twisted:

    # bergetar cerminku melihatmu memandangku

  • Salam kenal,

    Forum kita di sini adalah forum untuk saling berdiskusi dan saling mengingatkan untuk mendapatkan kebenaran yang “benar” bagi diri kita masing-masing.
    Maafkan jika postingan saya tidak menyinggung perasaan dan sebagainya

    Peace, selalu

    # peace juga. cermin cuma memantulkan apa yang ada.

  • Misi non, mo numpang Absen.

    halah…bangku-bangku depan dah diisi sama saudara tua. Kang Dana, Kang Joyo sama Kang Tommy. Diamput… keduluan saya.

    Ngeloyor menuju bangku belakang paling pojok.

    # hmm.. gak biasanya duduk.. (tiwas disiapin tiker)


Tinggalkan Balasan