Insiden Monas

Dalam sebuah kereta kelas ekonomi duduk berhadapan empat orang yang saling tidak mengenal. Ada seorang nenek-nenek yang sibuk mengunyah sirih. Di sebelahnya duduk seorang wanita muda, cantik dan sangat menggiurkan. Di depan mereka duduk seorang perwira ABRI dengan pakaian lengkap plus kumis melintang, sementara di sebelah si tentara duduk seorang pria muda yang berpenampilan sederhana dan terkesan pendiam.
Kereta memasuki sebuah terowongan, dan suasana di dalam kereta menjadi gelap. Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang kemudian disusul dengan suara pipi di tampar.
Si nenek berkata dalam hati, “Kasian nih anak perawan di sebelahku. Jadi obyek pelecehan lelaki!”
Si gadis berkata dalam hati, “Kasian yang mencium nenek di sebelahku. Pasti di antara kedua lelaki di hadapanku ini salah cium. Biar rasa!”
Si tentara sambil mengusap pipinya berkata dalam hati, “Sial…! yang nyium siapa, yang kena tampar siapa… huh dasar sial.. tahu gitu mendingan aku cium duluan si cewek seksi ini.”
Si pemuda sederhana berkata dalam hati, “Hehehe kapan lagi bisa nampar tentara. Nggak tahu dia kalau aku mencium tangan sendiri, hahaha….”

Cermin insiden monas.
selamat buat FPI (dan AKKBB), dengan mengambil momentum kenaikan harga minyak dan kasus ahmadiyah. malah dianggap issue pengalihan bbm dan ketiadaan penegakan hukum. mana ada yang membahas tamparannya. sudah bukan pokok permasalahannya lagi. selamat.

7 Komentar

Filed under agama bumi, waktu

Keep It Simple, Stupid.. KISS

Suatu hari, seorang pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Sang pemilik apartemen mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah tersebut. Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Pakar kedua meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.Tetapi, pakar ketiga hanya menyarankan satu hal, bahwa inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasalama menunggu.Pakar tadi hanya menyarankan kepada sang pemilik apartemen untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, supaya para pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

Filosofi KISS ( Keep It Simple Stupid ), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya.

BBM naik, harga naik, tambah miskin, kebodohan, pemilu 2009, ….

Pasang cermin FPI, cermin ahmadiyah, cermin unas, cermin BLT, dan sapa peduli lift nya lambat.

9 Komentar

Filed under waktu

Alat Deteksi Kebohongan ala DPR

Humor : Alat Deteksi Kebohongan

Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu…

Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang…
tapi anaknya tak kunjung pulang…

Ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang…

“Kamu dari mana ? kok pulangnya telat” tanya si Budi
” Ada pelajaran tambahan pa” jawab sang anak

*PLAK* Sang robot menampar si anak…

“Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!”
“Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman…”

“Film apa?”
“Film Sinetron pak”

*PLAK*

“Ayo katakan dengan jujur film apa ??”
“Maaf Ayah… saya menonton film porno”

mendengar itu marahlah si Budi..

“Kamu itu yach … kecil-kecil uda nakal, mau jadi apa kamu nanti besar ?
kurang ajar kamu yach … bikin malu ajah…. perbuatan yang benar-benar memalukan..!!! papa waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu…!”

*PLAK* Budi ditampar sang robot

Suasana hening untuk beberapa saat…

Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata… “huh, sama aja kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya gimanapun juga dia anak Elo, jadi … ”

*PLAK*

Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri sempat menyelesaikan kata2nya..

Dan semua terdiam…

Bahkan sebuah humor bisa menjadi cermin ..

DPR membuat KPK dan KPK menampar DPR..

3 Komentar

Filed under pola pikir, waktu

Orang mati kok ngaku hidup

Seseorang yang sudah dianggap mati diusung oleh teman-temannya ke kuburan. Ketika peti sudah hampir dimasukkan ke liang lahat, orang yang sudah dianggap mati tadi tiba-tiba hidup kembali dan mulai memukul-mukul tutup peti.

Peti dibuka. Orang tersebut bangkit dan berkata “Apa yang kalian lakukan? Aku belum mati”.”Aku masih hidup !” teriaknya.

Orang-orang tertegun mendapati kenyataan itu. Sebagian heran, sebagian takjub. Ahirnya salah seorang dari pengantar jenasah itu berkata “Diam kamu orang mati. Para tabib dan imam telah menyatakan bahwa engkau sudah mati. Tidak mungkin orang pandai dan ulama seperti mereka bisa salah. Kamu hanya orang biasa. Tutup mulutmu dan bertingkahlah seperti orang mati.”

Maka peti ditutup kembali dan dia dimakamkan sebagaimana mestinya.

Cermin ini sedang memandang kita sekarang dan kita tidak menyadarinya.

keranda

Cermin itu ahmadiyah.

5 Komentar

Filed under agama bumi

Buruk Muka Cermin di Belah

Ngomongin peribahasa dan cermin pasti kalimat di atas yang pertama terucap. Suatu peribahasa yang diartikan bahwa kejelekan diri sendiri tetapi orang lain yang disalahkan. Bahkan sebagai sebuah cermin sering kali seorang emmy mengalami hal seperti itu. Ato kah ini memang sikap kita sewaktu bercermin. Tidak mau mengakui bahwa sumber masalah dan pokok permasalahan adalah diri kita sendiri.

Ini sifat dasar manusia dik .. sejak jaman Adam telah ada.

Hmm .. Adam yang disalahkan .. cermin di belah lagi.

Eh, bukan gitu, maksudnya Adam (baca : manusia) memang lemah jadi mudah tergoda Iblis. Sifat “lemah” inilah yang kita warisi. Adik yang belum memahami maksud saya.

(Kok jadi saya yang di belah ya ..)

Pembelaan diri memang mudah. Padahal hakikat cermin untuk membuat keadaan lebih baik. Dengan bercermin kita tau keadaan kita dan menutupinya dengan bedak, gincu, dan tambalan lain yang membuat keadaan nampak lebih indah dilihat. Sehingga seharusnya bukan pembelaan diri yang dikedepankan tetapi suatu pertanyaan pribadi “adakah suatu hal yang tidak terlihat olehku tetapi bisa terlihat oleh orang lain ?”

Tak ada yang bisa lebih menunjukkan kenyataan peribahasa ini kecuali peristiwa akhir-akhir ini. Apakah hanya seorang emmy yang melihatnya atokah cermin yang di belah sudah merupakan kejadian biasa yang tidak patut untuk diperhatikan. Atokah kita telah terlibat dalam pembelahan cermin-cermin itu ?

Mari kita bercermin dan dan merias diri.

Peristiwa 1.
Cermin : Tindakan asusila di masyarakat
Yang terbelah : Pemijat di kota Batu
Medium untuk membelah : Gembok

Peristiwa 2
Cermin : Korupsi di Senayan
Yang terbelah : Lirik lagu Slank
Medium untuk membelah : Tuntutan hukum

Peristiwa 3
Cermin : Konten berisi SARA
Yang terbelah : Youtube, Myspace, Metacafe, Multiply, Rapidshare
Medium untuk membelah : Surat Menteri Kominfo

Dan lihatlah cermin yang dibawa SLANK ini, adakah dirimu didalamnya ?

Gosip Jalanan
By : Slank

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau 2X negaraku ini

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Selamat bercermin .. cermin seorang emmy.

1 Komentar

Filed under pola pikir, waktu

Mimpi mimpi mimpi .. bercermin dululah dirimu…

Berita penangkapan seorang jaksa di Jakarta menimbulkan banyak tanggapan di kalangan masyarakat umum. Bebarapa tanggapan menyesalkan sikap jaksa tersebut. Yang lainnya menyoroti tentang BLBI, ada pula yang tidak yakin dengan berita itu dan malahan ada yang merasa ini cuma masalah selingkuh yang berujung pada penggrebekan.

Perkembangan terakhir mengenai kasus ini telah menjadi semakin lebih jelas. Minimal lebih mengerucut bahwa ini soal suap menyuap berkaitan dengan penyelidikan yang dilakukan oleh tim kejaksaan, dengan jaksa yang bersangkutan sebagai ketua tim, atas bantuan likuiditas bank indonesia (BLBI) ke bank BDNI. Sampai dengan artikel ini ditulis, jaksa tersebut masih di tahan sebagai tersangka (penerima suap) dan perempuan yang ditangkap bersamaan dengan penangkapannya juga masih mendekam sebagai tersangka penyuap.

Salah satu berita seputar penangkapan itu adalah ditemukannya uang sebesar $US 660.000 atau 660 ribu dollar amerika atau hampir 6,6 milyar rupiah. Suatu jumlah yang besar untuk kebanyakan masyarakat Indonesia atau bahkan seorang jaksa sekalipun. Uang inilah yang menjadi pokok pantulan cermin dari seorang emmy. Begini kilaunya …

Jika kamu yang jadi penyidik yang menangkap oknum jaksa tadi apa yang kamu lakukan terhadap uang tadi?

Cermin-cermin membiaskan cahayanya dan salah satu cahaya yang nampak sangat menonjol adalah aku akan mengambil uang tersebut. Suatu pantulan yang menyilaukan bukan ? Susunan cahanya dapat dibiaskan begini :
– Kalo kau ambil uang itu.. trus bagaimana dengan jaksanya .. tentu dia akan melawan.
= Aku akan tekan supaya dia diam. Toh selama ini itu yang aku lakukan terhadap penjudi-penjudi yang sedang asyik bermain untung ketika aku gerebeg atau bandar-bandar narkoba ketika kepergok saat rasia.
Hah.. emang bisa? Bagaimana dengan surat tugas yang kamu pegang? Seorang penyidik KPK tentu tidak pergi tanpa surat tugas yang jelas.
= Ya belum tentu aku berbekal surat tugas bukan. Dan jika berbekal surat tugas.. aku juga akan bilang gak ketemu ama tuh jaksa.
Trus bagaimana jika jaksa itu akhirnya mengadu?
= Ya kan gak ada bukti kalo aku telah mengambil uang itu. Toh biasanya dia akan diam, dari pada nama dia dan nama korps nya akan jelek.
Wah hebat juga nyali kamu. Uang 6 milyar kan banyak tuh .. itu kan uang rakyat. Apa gak takut ama karma ato semacamnya?
= Hehehe.. kepikiran sih kepikiran. Tapi kalo kamu dah pernah melakukan apa yang aku lakukan pasti lebih nyantai. Ya biasa aja.
Kan penyidik KPK bertugas tidak sendirian, nah kalo rekan timnya mengadu gimana?
= Ya harusnya sih enggak, kan sama-sama dapet. Kamu ribet amat sih mikirnya. Yang jelas aku akan ambil uang itu dan diam. Ya karena kamu dah tau ya akan aku bagi hehehe..
Waduh …Makasih (sambil bayangin dibagi 1 milyar)

Dari cermin itu aku kemudian bercermin sendiri …
– Aku (juga) akan mengambil uang itu
– Jangan sampai ada orang yang melihat. Ya pokoknya gak ada orang yang bisa bersaksi kalo aku mengambil uang itu.
– Uangnya sebagian aku bagi ke fakir miskin
– Sebagian buat benerin rumah dan bantu-bantu orang tua
– Oh ya .. benerin notebook yang udah agak rusak
– Beli domain dot com atas namaku sehingga tidak nebeng di wordpress gratisan
– dan ..
– wah ternyata banyak juga ya mimpiku.. (juga menakutkan)

Cermin .. cermin .. ini bayanganku atau bayanganmu atau .. ach dah malam ..
(suatu alasan untuk tidak tersenyum dalam mimpi yang menyeramkan)
moga dengan matiin lampu kamar dan suasana gelap tidak ada bayangan di cerminku.

Cermin seorang emmy.

Bagikan cerminmu …

1 Komentar

Filed under pola pikir

Mengapa emmy ….. Siapa emmy …..

Ada banyak ungkapan ketika seorang emmy mengumpulkan bayangan di cerminnya dan memajangnya dalam sebuah blog.
Ada banyak tanggapan ketika seorang emmy melangkah membuat sebuah ruang untuk segala geraknya.
Ada pula sebuah tanya tentang seorang emmy.
Berusaha mengenal lebih dekat jiwa yang terapung ini.

Banyak blogger berusaha mengungkapkan dirinya dalam sebuah ekspresi yang meriah. Menyatakan diri dengan segala emosi yang ada pada dirinya. Menceritakan semua perjalanan yang dilaluinya. Berusaha meminta jiwa-jiwa memahami dirinya. Haruskah …?

Ada pula yang membiarkan sisi lain dirinya terungkap. Bertanya pada jiwa-jiwa tentang dirinya. Tentang kegalauannya. Kekhawatirannya. Kegagapannya. Berusaha mencari terang ditengah kegelapan yang dimilikinya. Mengusir gelap nya dengan terang orang lain. Aneh …!

Ada pula yang tidak ingin jiwanya tercerai. Memendam pertanyaan tentang keyakinannya. Membela Pencipta nya. Bagai seorang bapa kepada anaknya. Jika pengetahuan tidak menjawab.. iman lah yang jadi tumpuan, ucapmu. Kau mampu mengkerdilkan Yang Kuasa, kataku, lebih baik aku menyembahmu, lanjutku.

Sisi lain seorang emmy adalah seorang Jenar bagi yang lain.

Sisi lain seorang emmy adalah wujud dari kita, di depan cermin.
Dia masa lalu kita, dia diri kita sekarang, dia kita esok hari.

Mengapa harus emmy … ???

Cermin itu ada disini …

2 Komentar

Filed under pola pikir, waktu